Jumat, 21 Desember 2012

Hukum Orang yang Mampu Berbahasa Arab Namun Berbicara Menggunakan Bahasa Selain Bahasa Arab

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: “Dibenci seseorang berbicara dengan bahasa selain bahasa Arab karena bahasa Arab merupakan syiar Islam dan kaum muslimin. Bahasa merupakan syiar terbesar umat-umat, karena dengan bahasa dapat diketahui ciri khas masing-masing umat.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).

Asy-Syafi’iy berkata sebagaimana diriwayatkan As-Silafi dengan sanadnya sampai kepada Muhammad bin Abdullah bin Al Hakam, beliau berkata: “Saya mendengar Muhammad bin Idris Asy-syafi’iy berkata: “Allah menamakan orang-orang yang mencari karunia Allah melalui jual beli (berdagang) dengan nama tu’jar (tujjar dalam bahasa Arab artinya para pedagang-pent), kemudian Rosululloh juga menamakan mereka dengan penamaan yang Allah telah berikan, yaitu (tujjar) dengan bahasa arab.

Hukum Mempelajari Bahasa Arab

Syaikhul Islam Berkata: “Dan sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri bagian dari agama dan hukum mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Kitab dan As-Sunnah itu wajib dan keduanya tidaklah bisa difahami kecuali dengan memahami bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan kaidah:

“Apa yang tidak sempurna suatu kewajiban kecuali dengannya maka ia juga hukumnya wajib.”

Namun disana ada bagian dari bahasa Arab yang wajib ‘ain dan ada yang wajib kifayah. Dan hal ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Abi Syaibah, dari Umar bin Yazid, beliau berkata: Umar bin Khattab menulis kepada Abu Musa Al-Asy’ari (yang isinya) “…Pelajarilah As-Sunnah, pelajarilah bahasa Arab dan I’roblah Al-Qur’an karena Al-Qur’an itu berbahasa Arab.”

Pengaruh Bahasa Arab Dalam Kehidupan

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Merupakan metode yang baik adalah membiasakan berkomunikasi dengan bahasa Arab hingga anak kecil sekalipun dilatih berbahasa Arab di rumah dan di kantor, hingga nampaklah syi’ar Islam dan kaum muslimin. Hal ini mempermudah kaum muslimin untuk memahami makna Al-Kitab dan As-Sunnah serta perkataan para salafush shalih. Lain halnya dengan orang yang terbiasa berbicara dengan satu bahasa lalu ingin pindah ke bahasa lain maka hal itu sangat sulit baginya. Dan ketahuilah…!!! membiasakan berbahasa Arab sangat berpengaruh terhadap akal, akhlak dan agama. Juga sangat berpengaruh dalam usaha mencontoh mereka dan memberi dampak positif terhadap akal, agama dan tingkah laku.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).

Kosakata Percakapan Bahasa Arab dari Blog Walking

fahimtu : saya sudah paham

ahfadhuhaa mahlan mahlan = saya akan menghafalnya pelan-pelan

sahhalallah lanal khaira haitsuma kunna = semoga Alloh mudahkan kita dalam kebaikan dimanapun berada

Kosakata Percakapan Bahasa Arab dari Difina

Madzaa taf'al ? = Apa yg sedang kamu kerjakan ?

Ana uhibbuka kaifa maa kunta = Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu
Ana uhibbuki kaifa maa kunti ( kepada perempuan ).

Tasma'u nasyid = Kamu mendengarkan nasyid. Yasma'u nasyid = Dia mendengarkan nasyid.

Kaifa zau'baat mahabbatuka ? = Bagaimana dengan badai cintamu ?

Yu'allimu = Sedang belajar

Yudarrisu = Sedang mengajar

Laa 'arif / maa 'aroftu = saya tdk tahu

Laa adri fi aina = entah dimana

Akalti ? / Akalta ? = Kamu sudah makan ? | Akaltu = Saya sudah makan.

Sa anam = Saya akan tidur / Uriidu anam = Saya mau tidur.

Fii huna mathor, Akhii.. kaifa fii hunaka ? = Di sini hujan, saudaraku.. bagaimana di sana ?
Alhamdulillah fii huna mathor aidhon = Alhamdulillah di sini juga hujan.

la'alla nafi'an lana wa nafi'an lakum = semoga bermanfaat bagi kami dan bermanfaat bagi kalian
La'alla nafi'an lii, wa nafi'an laka/i. =  semoga bermanfaat bagi saya dan bermanfaat bagi Anda.

Sa astahim : Saya akan mandi
Uriidu astahim : Saya mau / ingin mandi